-->
Life Must Go On

Tuesday, January 30, 2007

Hidup Yang Berarti

Hidup mungkin saja bagaikan langkah kaki kita, selangkah demi selangkah namun pasti. Ketika kita berjalan, pernahkah terbesit dalam pikiran kita, apakah langkah demi langkah yang kita ayunkan berarti bagi kita? Ataukah kita hanya melangkah demi mencapai tempat yang kita tuju saja? Mungkin saja, ketika kita melangkah, ternyata langkah tersebut salah sehingga kita terjatuh? Apa rasanya kita sampai di tujuan kita namun membawa luka?

Sama hal nya dengan kehidupan yang sedang kita jalani saat ini. Pernahkah kita berpikir bahwa hari demi hari yang kita lewati berguna bagi diri kita? bagi keluarga kita? bagi lingkungan sekitar kita berada? Atau kita hanya berpikir bahwa kita menjalani hari-hari kita hanya sebagai rutinitas saja?

Bulan pertama di tahun 2007 hampir berakhir, mungkin sebagian di antara kita telah membuat target yang harus dicapai dalam tahun 2007 ini. Di bulan pertama ini, apa saja yang sudah kita perbuat? Apakah kita sudah mulai melangkah untuk mencapai target itu? Atau kita masih belum bergerak sedikit pun? Pepatah yang mengatakan, "Apa yang bisa kita lakukan hari ini, lakukanlah karena esok masih ada tugas lain yang menanti", mungkin bisa kita jadikan pemacu semangat kita, jangan kita menunda segala sesuatu yang bisa kita lakukan hari ini.

Jika kita ingin menjadi suami yang lebih baik lagi, lakukanlah sekarang. Jika kita ingin menjadi istri yang lebih sempurna lagi, mulailah dari sekarang. Jika kita ingin menjadi karyawan yang lebih disiplin lagi, lakukanlah sekarang. Umur terus bertambah, berarti kesempatan bagi kita terus akan berkurang. Menjalani hidup ini tentu harus bermakna bagi kita, bukan hanya kewajiban belaka, bukan hanya rutinitas belaka, tapi hidup ini harus berarti, agar anak cucu kita, orang-orang sekitar kita akan mengenang kita karena apa yang telah kita lakukan bermakna bagi mereka dan tentu saja menyenangkan orang lain akan membawa kebahagiaan bagi diri kita sendiri.

Jangan memandang lagi ke belakang, apa yang sudah berlalu biarlah itu menjadi kenangan dan pelajaran berharga bagi kita. Memandang ke depan, mulai bangkit kembali dan melangkah dengan pasti dan keyakinan yang teguh akan membuat hidup kita yang baru ini menjadi lebih berarti lagi dan pada akhirnya, kita akan tersenyum dan mengatakan AKU BERHASIL.

Posted by Bryan :: 9:54 AM :: 1 comments

Post a Comment

-------------------------------------

Monday, January 15, 2007

The Missing Adam Air


Lagi dan lagi... Tanggal 1 Januari 2007 di mana masyarakat di Indonesia masih merayakan suasana Tahun Baru 2007 tersiar kabar bahwa pesawat Adam Air berjenis Boeing 737-400 dengan nomor penerbangan KI 574 hilang dalam penerbangan dari Surabaya menuju Manado.

Pesawat yang berangkat dari Bandara Juanda, Surabaya pada pukul 13.00 WIB itu dipiloti oleh Capt. Refri A Widodo dan Copilot Yoga membawa 96 penumpang serta 4 orang pramugari. Seharusnya pesawat tersebut diperkirakan tiba di Bandara Sam Ratulangi, Manado pada pukul 16.14 WITA. Namun pesawat naas tersebut kehilangan kontak radar dengan Air Trafic Control (ATC) Bandara Hasanuddin, Makassar pada pukul 15.07 WITA.

Hingga hari ini (15/1) belum bisa dipasti penyebab hilangnya pesawat naas tersebut bahkan bangkai pesawatnya pun belum bisa ditemukan, meski puing-puing pesawat sudah mulai ditemukan. Kejadian ini, benar-benar menambah panjangnya daftar kecelakaan lalu lintas udara bahkan merusak citra dunia penerbangan nasional di Indonesia.

Mudahnya memperoleh ijin, membuat banyak maskapai penerbangan baru bermunculan, bahkan ada yang menawarkan tiket penerbangan murah. Namun, perkembangan dan kemajuan yang dicapai oleh dunia penerbangan di Indonesia, tidak diimbangi dengan armada-armada pesawat yang terpelihara dengan baik, tidak jarang ditemui kerusakan-kerusakan yang terjadi pada armada-armada tersebut, baik kerusakan kecil maupun kerusakan besar yang berakibat fatal.

Apakah hilangnya pesawat Adam Air kali ini murni karena faktor cuaca, atau karena faktor kesalahan teknis atau kelalain manusia? Sudah saatnya Pemerintah membenahi sistem manajemen pada dunia penerbangan di Indonesia agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi

Posted by Bryan :: 2:29 PM :: 0 comments

Post a Comment

-------------------------------------

Friday, December 08, 2006

Poligami Bikin Geger Indonesia

Lucu juga rasanya, sejak terkuaknya masalah AA Gym berpoligami, masyarakat Indonesia menjadi heboh, geger dan sebagainya, bahkan Presiden SBY juga dibikin repot karena masalah ini, padahal sebelumnya masalah poligami di kalangan masyarakat tidak begitu mendapat respon serius, apakah hanya karena AA Gym adalah seorang tokoh panutan masyarakat?

Keputusan AA Gym untuk berpoligami memang menuai protes dan kecaman dari berbagai pihak, terutama kaum perempuan di Indonesia. Wajar saja, seorang tokoh yang penuh kharismatik tiba-tiba mengambil keputusan untuk berpoligami, padahal sebelumnya tidak terlihat tanda-tanda kalau rumah tangganya bermasalah. Memang, kecaman itu menuju ke satu titik permasalahan, "Akankah AA Gym bisa bersikap adil terhadap kedua istrinya tersebut tanpa menyakiti salah satunya?"

AA Gym juga manusia, hingga saat ini belum tahu pasti dasar keputusan AA mengambil keputusan untuk menikah lagi alias berpoligami. Besar kekhawatiran masyarakat luas, terutama para ibu atau istri adalah AA Gym tidak bisa bersikap adil dan akan melukai perasaan istri pertamanya. Mengenai hal ini, AA Gym hanya menyatakan masih pemula dalam hal poligami, bersikap adil itu penuh perjuangan bahkan menurutnya berpoligami itu butuh ilmu dan kemampuan lagi.

Wanita manapun pasti tidak ingin dimadu, secara logika, keadilan yang bisa diberikan oleh seorang manusia pasti ada batasnya, sebab keadilan yang sejati hanyalah milik Tuhan. Keadilan dalam berpoligami yang kita bicarakan pastilah tentang keadilan dalam hal lahir maupun batin.

Jika kita perhatikan lebih jauh lagi, dalam kasus-kasus poligami di sekitar kita, pastilah kita akan menemukan adanya ketidakadilan di dalamnya. Sering kali, setelah menikah lagi, lalu pria tersebut perlahan tapi pasti meninggalkan istri pertamanya, bahkan tidak memeberikan nafkah lahir maupun batin terhadap istri pertamanya serta anak-anak. Tentu para wanita terutama istri-istri tidak menginginkan hal ini terjadi. Pertanyaanya adalah, "Sanggupkan kita sebagai seorang suami bertindak adil dalam segala aspek jika kita sudah mengambil keputusan untuk berpoligami?" Mungkin jika hanya sekedar menjawab iya gampang sekali, tapi dalam prakteknya belum tentu segampang kita mengungkapkan jawaban itu.

Kita tidak berbicara poligami dalam segi agama, tapi kita berbicara dalam segi kita sebagai manusia. Sebagai wanita, pastilah ingin memiliki suami yang seutuhnya, tanpa berbagi dengan wanita lain, pastilah ingin mendapatkan cinta dan kasih sayang yang utuh dari suaminya, sebagai mana janji-janji mereka saat menikah. Sebagai pria, tentu menginginkan sang istri hanya menjadi miliknya seorang, tentu menginginkan adanya pria lain dalam kehidupan istrinya. Apakah sebagai seorang suami kita rela kalau istri kita memiliki PIL dalam hidupnya, apalagi sampai cerai dan menikah lagi?

Posted by Bryan :: 9:22 AM :: 4 comments

Post a Comment

-------------------------------------

Thursday, November 23, 2006

Coming Back

Well... ga terasa... hampir satu bulan ga posting-posting lagi.. maklum deh.. lagi sibuk dengan kerjaan di kantor, jadi nyaris ga punya waktu buat posting lagi.

Akhir bulan gini, terasa juga ya sesaknya hidup, apalagi kantong udah mulai menipis, so.. makan, jajan, nonton apalagi dugem, musti bener-bener direm deh... Ga gampang sih untuk hal ini, apalagi tawaran-tawaran diskon di departmen store begitu menggiurkan dan mengoda iman,event-event menarik di kafe-kafe ataupun diskotik membuat kaki ini ga bisa diajak kompromi untuk diam sedikit.

Yah.. kalo kita ga kuat-kuatin iman, bisa-bisa sebelum akhir bulan, dollar di kantong udah abis deh.. Trus, makan apa dong kita?? Memang sih, kebiasaan hang out bareng temen-temen membuat kita merasa ga nyaman kalo weekend atau after office hour kita hanya bersantai di rumah, waktu itu rasanya begitu lama berlalu. Tapi, mau gimana lagi?? any solution??

Posted by Bryan :: 1:40 PM :: 0 comments

Post a Comment

-------------------------------------

Monday, October 16, 2006

Ramahnya Taufik Savalas


Malam minggu kemarin, aku jalan ke Menteng dengan doi, kita makan di sana, meskipun sebelumnya udah makan... Waktu itu sekitar jam 23 malam. Aku pesen bubur ayam, doi pesen pisang bakar. Lagi asyik-asyiknya makan, sempet kaget juga, tiba-tiba ada orang gendut yang duduk di meja sebelah dengan berpakaian ala Pak Haji...

Begitu aku lirik, oh.. ternyata Taufik Savalas dengan temannya. Waktu itu mereka masih berdua. Waktu aku liat ke meja sebelah, ternyata Taufik juga pas ngelirik, dia tersenyum. Mm... ternyata Taufik Savalas yang lucu itu ramah juga ya... Kami pun berkenalan, dengan ramah dan sopan dia memperkenalkan dirinya. Ga ngobrol banyak sih, soalnya dia sibuk telpon-telponan dengan Nokia 9500 miliknya.

Aku ngomong ke doi, kayanya jarang ya ada artis yang ramah... Mungkin aja, dia ga lupa diri, bagaimana dirinya sebelum menjadi artis terkenal seperti sekarang ini. Tapi ga jarang juga sih, artis-artis yang udah ngetop lupa diri. Jadi sombong dan angkuh... Memang sih, buat aku, ketemu artis seperti mereka ini, bukan berarti harus pecicilan atau heboh... Artis juga manusia kan?? Bedanya dengan kita, mereka dikenal masyarakat luas, sedangkan kita, Pak RT aja belum tentu kenal.... he he

Ga Lama setelah Taufik sampe, ternyata rombongannya nyusul sekitar 4 orang lagi. Di antaranya ada Reza Bukan, Farid dan 2 orang temen mereka. Nah, ini dia yang dibilang sombong, Reza Bukan yang kita liat di layar TV lucu, humoris, ternyata asli nya tidak seperti itu, agak-agak sombong gitu loh.... Di sapa beberapa pengamen, diem aja... Tapi, biarlah, itu kan urusan dia... ya ga??

Begitu selesai makan, aku dan doi beranjak dari meja, ga disangka ga diduga, Taufik menyapa lagi, bukan kita yang menyapa, tapi dia yang menyapa sambil tersenyum.Mm... Jadi memang benar, dia ramah, bukan dibuat-buat... Alangkah baiknya kalo artis-artis kita yang lain belajar seperti Taufik Savalas, meski udah terkenal, tapi tetap ramah...

Foto : Pikiran Rakyat

Posted by Bryan :: 11:21 AM :: 2 comments

Post a Comment

-------------------------------------

Friday, October 13, 2006

Another Weekend

Ga terasa udah weekend lagi... Minggu depan udah pada mulai cuti lebaran...Pasti lagi pada ngirit-ngirit sekarang ini, maklum deh... ngumpulin duit buat mudik.
Akhir-akhir ini bener-bener ga punya ide buat posting apaan, bener-bener blank deh, rada korslet kali otak ini. Yang pasti cuma pengen ngucapin "Hav a Nice Weekend aja..." buat yang siap-siap mudik weekend ini, TTDJ ya...

Posted by Bryan :: 11:08 AM :: 1 comments

Post a Comment

-------------------------------------

Monday, October 09, 2006

Jujur memang menyakitkan

Kadang hidup kita ini butuh yang namanya kejujuran. Kejujuran memang mahal harganya. Bahkan, ga tau masih berapa orang yang bisa masih bisa jujur. Jujur, bukan hanya kita tunjukkan kepada orang lain, tapi juga kepada diri sendiri. Hidup dengan membohongi diri sendiri rasanya, kita ini takut untuk menjadi diri kita yang sebenarnya.

Manusia ga ada koq yang sempurna, siapa di dunia ini yang berani mengatakan diri dia sempurna. Kita perlu mengakui segala kelemahan dan kekurangan kita, meskipun terkadang itu menyakitkan buat kita. Yang menjadi pertanyaan, seberapa sering kita berani mengakui kelemahan diri kita ini? Pada kasus kita dengan pasangan kita, pada saat pacaran, rasanya kita terlalu jaim untuk menunjukkan karakteristik diri kita yang sebenarnya... Pokoknya indah deh masa-masa pacaran. Tapi kenyataannya, pas udah married... apalagi kalo udah berjalan sekitar 1 taon... wow... keluarlah macan yang sebenarnya... segala kelemahan, keburukan dan kekurangan kita keluar sudah...

Kenapa sih kita ini terlalu takut untuk menunjukkan diri kita ini. Tapi dengan catatan, kalo kita sudah menunjukkan diri kita yang sebenarnya dengan segala kekuarangan kita, coba lah untuk merubahnya. Kadang, kita ini aneh, dikritik orang koq marah, tapi giliran kita kritik kekurangan orang lain, kita malah senang. Yah, hendaknya kita ini bersikap realistis saja.

Kenapa juga kita ga coba untuk belajar jujur, mulai dari jujur kepada diri sendiri, jujur kepada pasangan kita, jujur kepada orang tua, teman dan kerabat kita? Meski, kadang kejujuran kita itu, menyakiti hati dan perasaan kita. [Halah... kaya lagi khotbah aja...]

Posted by Bryan :: 9:47 AM :: 1 comments

Post a Comment

-------------------------------------

Wednesday, October 04, 2006

Mandala RI-394 Tergelincir


Untuk kesekian kalinya pesawat milik Mandala Airlines mengalami kecelakaan. Selasa, 3 Oktober 2006, sekitar pukul 11.15 WITA tergelincir di bandar udara Juwata, Tarakan, Kalimantan Timur dan keluar dari landasan pacu sejauh 600 meter dari ujung landasan dan 50 meter sebelah kiri landasan.

Pesawat jenis Boeing 737-200 dengan registrasi PK-PIE dan nomor penerbangan RI-394 tersebut membawa 104 penumpang, 4 awak serta pilot dan ko-pilot. Pesawat berangkat dari bandar udara Soekarno-Hatta, Jakarta dengan tujuan Bandar Udara Juwata, Tarakan, Kalimantan Timur dan singgah di Bandar Udara Sepinggan, Balikpapan.

Pesawat yang dipiloti oleh Kapten Pilot Sulistio Dwi H dan Co Pilot Agus itu, ketika landing tidak berada tepat di center line landasan pacu, tetapi berada sekitar 10-20 di sisi kanan landasan pacu, sehingga roda kanan pesawat berada di luar landasan pacu. Hal ini mengakibat kan roda pesawat patah dan terlempar hingga 15 meter dari landasan pacu.

Pesawat yang mencoba untuk masuk kembali ke center line malah terdorong ke sebelah kiri landasan pacu sehingga terseret hingga 600 meter dari ujung landasan dan berhenti di rawa yang berjarak 50 meter dari landasan pacu.



Kapten Pilot yang ditemui wartawan Radar Tarakan menjelaskan, bahwa pada saat hendak landing, dia tidak merasakan adanya masalah, semuanya lancar, namun beberapa saat sebelum mendarat, dia merasa pesawat yang dikemudikannya diterpa angin dari sisi kiri sehingga posisi pesawat tidak tepat berada di center line dan dia tidak menyebutkan mengenai kesulitan jarak pandang akibat kabut asap yang belakangan ini melanda Tarakan. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini, 3 orang penumpang dirawat di RSUD Tarakan akibat shock.

Belum diketahui jelas penyebab kecelakaan ini, apakah human error, technical error, atau akibat kabut asap yang memperpendek jarak pandang? Seperti dunia penerbangan di Indonesia perlu lebih meningkatkan keselamatan penerbangan.



Sumber: Cendrawasih Pos
Foto : Koran Tempo
Liputan 6 SCTV

Posted by Bryan :: 10:17 AM :: 0 comments

Post a Comment

-------------------------------------

Monday, October 02, 2006

Miss World 2006



Miss Chez Republic,Tatana Kucharova terpilih sebagai Miss World 2006 ke 56 pada malam final Miss World 2006, Sabtu, 30 September 2006 lalu yang diadakan di the Sala Kongresowa, Warsawa, Polandia, menggantikan Unnur Birna Vilhjalmsdottir (Miss Iceland 2005).

Tatana, 18 tahun, mengungguli 104 kontestan lain dalam ajang ini. Miss Rumania terpilih sebagai runner-up pertama yang diikuti oleh Miss Australia sebagai runner-up kedua.



sumber:Missworld.tv

Posted by Bryan :: 11:11 AM :: 3 comments

Post a Comment

-------------------------------------

Thursday, September 28, 2006

Susahnya Mencintai

Mencintai, ternyata ga gampang... Cinta yang kita berikan, tak sepenuhnya mampu membuat orang yang kita kasihi yakin kepada kita, apalagi, kita bukan tipe orang yang mampu menunjukkan rasa cinta kita secara terang-terangan. Cara kita menunjukkan kasih dan sayang kita, terkadang belum mampu membuat puas pasangan kita.

Ketika pasangan kita merasa tidak puas dengan cara kita mencintainya, dia akan mengatakan, sebenarnya kamu cinta ga sih sama aku, koq keliatannya biasa aja deh....
Apa yang harus kita lakukan?? Apakah menunjukkan rasa cinta dan sayang itu harus dengan, bermanja-manja, kata-kata rayuan, selalu berdekatan, selalu berpegangan tangan, berpelukan, apakah harus demikian??

Mungkin, buat mereka yang masih tergolong ABG, tindakan itu suatu keharusan, tapi untuk kita yang sudah berusia hampir 30 tahun atau lebih dari itu, apa harus dengan cara demikian?? Setiap saat harus bermesraan ria....

Memang sih, metode setiap orang pasti akan berbeda, keinginan setiap orang itu pasti berlainan, mmm... apakah kita harus mengikuti keinginan dari pasangan kita?? Sedangkan itu, bertentangan dengan watak dan pribadi kita??

Posted by Bryan :: 10:20 AM :: 3 comments

Post a Comment

-------------------------------------




* Thank You For Visiting My Blog * Enjoy Your Stay * Selamat Natal 25 Desember 2006 dan Tahun Baru 1 Januari 2007 *Turut Berduka Atas Musibah Hilangnya Pesawat Adam Air KI 574 dan Tenggelamnya KMP Senopati*


Count Down To Christmas 2007



Bryan Leonardhie
Copyright @ 2006